"Karena bukanlah cinta namanya bila statis seperti gurun, bukan pula
cinta namanya bila menjelajah bumi seperti angin. Dan bukan cinta
namanya bila melihat semuanya dari kejauhan, seperti yang kau lakukan..."
"Karena ketika kita mencinta, kita selalu berjuang untuk menjadi lebih baik daripada diri kita sekarang", buku yang sarat dengan kata kata makna, ikutilah kata hatimu, itulah yang diajarkan oleh sang alkemis. Kau
takkan pernah bisa lari dari hatimu. Jadi, sebaiknya dengarkanlah
suaranya. Dengan begitu, kau tidak perlu takut mendapat pukulan yang tak
disangka sangka.
Hidup
adalah apa yang dirasakan dan dijalani hari ini. Masa lalu adalah masa
lalu. Masa depan adalah masa depan. Hari ini adalah apa telah kita
lewati di masa lalu, dan masa depan tergantung dari apa yang dilakukan
hari ini. Artinya, impian yang dibangun seseorang bisa tercapai atau
tidak tergantung tindakannya hari ini. Sayangnya tidak semua orang
berani membangun mimpinya sejak dia bangun tidur hari ini.
Beberapa kutipan diatas merupakan kutipan novel yang berjudu "The Alchemist". Sang Alkemis adalah salah satu karya Paul Coelho yang paling banyak
disukai. Karya ini terkesan sederhana, ringan, tapi jika dicermati lebih
dalam Anda akan terperangah saat menangkap makna di dalamnya.
Sang Alkemis menceritakan tentang petualangan seorang bocah, yang
menariknya namanya hanya sekali disebutkan dalam karya ini, yaitu
Santiago. Seorang bocah gembala yang bermimpi untuk mengetahui tentang
dunia dengan cara berkelana dari satu desa ke desa lainnya sambil
menggembala domba-domba. Di awal petualangan Anda akan disajikan dengan
kegembiraan dan kegelisahan sang Bocah menanti hari pertemuannya dengan
gadis yang hanya dapat ditemuinya sekali saja dalam setahun.
Kegembiraannya membayangkan pertemuan terakhirnya yang mendebarkan
dengan gadis ini dan kegelisahannya membayangkan kemungkinan gadis itu
sudah melupakannya. Ini mengingatkan pada pengalaman Anda sendiri? Yup!
Anda akan menemukan lebih banyak lagi kesamaan pengalaman batin Anda dan
sang Bocah dalam karya ini.
Petualangan sebenarnya sang Bocah baru dimulai saat dia memutuskan untuk
menjalani Legenda Pribadinya dan memberikan setengah dari jumlah
dombanya kepada Raja Salem yang menafsirkan mimpi-mimpi Bocah yang
berulang. Sayangnya, keputusan Coelho untuk segera mulai menuliskan
Legenda Pribadi sang Bocah ini akan membuat beberapa pembaca kecewa,
paling tidak saya, karena tidak ada cerita tentang pertemuan kedua sang
Bocah dengan gadis idamannya padahal tinggal empat hari lagi dia bisa
bertemu dengan gadis itu. Empat hari tersisa dari setahun menunggu! Anda
akan merasa seolah-olah Anda sendiri yang batal bertemu dengan orang
yang Anda sukai.
Sang Alkemis akan membuat Anda bertualang secara batin, menemukan kesamaan-kesamaan pengalaman pikiran Anda dengan sang Bocah, dan menemukan jawaban menarik atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menjadi misteri bagi Anda.
Saat Anda selesai membaca karya ini, Anda akan menemukan betapa murah hatinya kehidupan bagi orang-orang yang mengejar Legenda Pribadinya. Saya jamin, Anda akan mulai memikirkan Legenda Pribadi Anda sendiri saat selesai membaca Sang Alkemis.




0 komentar:
Posting Komentar